Memilah Sampah Sebelum Membuangnya, Ini Manfaatnya!

bank sampah,bank sampah terdekat,bank sampah adalah,bank sampah bersinar,pengertian bank sampah

Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan sangat lekat dengan kultur masyarakat Indonesia. Tentu kebiasaan buruk bukanlah budaya yang harus dilestarikan, tetapi wajib dibenarkan dengan perubahan pola hidup yang lebih baik. Sebagai masyarakat yang melek pendidikan, sudah saatnya Anda bergerak menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Anda yang ingin membantu pengolahan sampah anorganik lebih optimal, maka mulailah memilah sampah anorganik dan menyetornya ke bank sampah terdekat.

Read More

Manfaat Memilah Sampah Organik dan Anorganik

Buang sampah di tempatnya itu bagus, tetapi memilah sampah yang akan dibuang jauh lebih bagus. Anda harus memilah sampah organik dan anorganik guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta memudahkan petugas dalam mengelola sampah-sampah tersebut. Untuk Anda yang tinggal di dekat bank sampah, maka bisa membantu pengolahan sampah anorganik lebih baik. Pasalnya, bank sampah terdekat biasanya tidak menerima sampah organik dan hanya fokus pada daur ulang sampah anorganik.

Benda-benda yang tidak mudah terurai seperti plastik, pecahan kaca, tembaga, barang elektronik yang rusak, dan lain-lain akan dikelola lebih baik lagi. Berikut manfaat melakukan pemilahan sampah sebelum membuangnya ke tempat sampah yaitu :

1. Menciptakan lingkungan rumah yang bersih

Buang sampah ke tempatnya memang menjadi kebiasaan baik, tetapi Anda perlu meningkatkan kebiasaan memilah sampah lebih dulu. Kebiasaan yang sudah dipupuk ini bisa menciptakan lingkungan rumah yang bersih. Anda bisa lebih nyaman tinggal dan beraktivitas di rumah tanpa melihat tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Rumah yang bersih dan sehat akan mendukung produktivitas harian Anda dan keluarga lebih baik dari waktu sebelumnya, lho!

2. Mengurangi risiko polusi udara

Sampah yang dibakar bisa menciptakan masalah serius pada risiko polusi udara di sekitar Anda. Tidak heran bila risiko global warming semakin meningkat karena kebiasaan membakar sampah tersebut. Apalagi Anda membakar sampah anorganik yang bisa mengganggu pernapasan, misalnya plastik dan sejenisnya.

3. Bisa membuat pupuk kompos dari sampah organik

Manfaat melakukan pemilahan sampah bisa membantu Anda menjadi lebih produktif mulai sekarang. Sampah organik dari rumah tangga bisa Anda manfaatkan menjadi pupuk kompos yang bisa dipakai sebagai pupuk untuk tanaman di sekitar. Tentu bahan pupuk kompos dari daun-daunan atau sisa sayuran yang dibuang ke tong sampah. Manfaat pakai pupuk alami jelas lebih unggul untuk tanaman organik yang bebas dari pemakaian pupuk kimia.

4. Bisa mendapatkan uang dari penjualan sampah anorganik

Tentu ada dampak ekonomi yang bisa Anda nikmati dari penjualan sampah anorganik yang sudah dipilah dengan baik, misalnya bekas botol minuman plastik, sampah besi atau tembaga, botol kaca, kardus, dan lain-lain. Meskipun nilai ekonomi cukup kecil, tetapi apa yang Anda lakukan membawa perubahan besar bagi lingkungan sekitar, lho!

5. Mengurangi risiko sampah anorganik masuk ke tempat pembuangan sampah

Bila Anda menjadikan satu antara sampah organik dan anorganik yang tidak mudah terurai bakteri, maka risiko sampah anorganik masuk ke dalam tempat pembuangan sampah menjadi masalah baru. Pencemaran lingkungan yang disebabkan barang tidak mudah terurai bisa mengancam kelestarian alam sekitar.

Kini Anda perlu mulai kebiasaan hidup yang lebih baik dan sehat dengan memilah sampah organik dan anorganik secara konsisten. Ajak anak-anak untuk memiliki kebiasaan hidup yang sama sehingga Anda bisa membuat jadwal berkunjung ke bank sampah terdekat. Mengajak si kecil bisa membantu pengajaran lewat tindakan yang lebih nyata mulai sekarang, ya!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *